darwinarya

all about my life in here …

SATUAN PATROLI DAN PENGAWALAN [Sat-PATWAL]-part.4

leave a comment »

Brigade Motor

Unit BM terbilang unik. Dari sisi kendaraan yang dioperasikan saja, sudah terlihat perbedaannya. BM atau Lancar menggunakan motor-motor besar dengan bobot sekitar 400 Kg. tak heran petugas yang dipilih sebagai operator harus memenuhi persyaratan khusus terutama soal postur tubuh.

Untuk tinggi tubuh minimal 170 cm. Setelah mengikuti psikotest dan kesehatan lalu diterima, tahap pendidikan spesialisasi dimulai. Menurut Kompol Herry, petugas BM dan Kijang diambilkan dari anggota Samapta yang baru masuk Polda Metro. Sebagaian juga pindahan dari satuan lain seperti PJR (Patroli Jalan Raya), Reserse, atau Brimob.

Pendidikan dua minggu itu diawali dengan ground school selama dua hari. Setelah itu langsung praktek lapangan menggunakan motor besar. “Hasilnya baru mencapai tahap pemula, pokoknya bisa mengerti dan mengerti prosedurnya”, Ujar Herry.

Ditambahkan Bripka Bambang Margono yang jadi pelatih internal PATWAL, bagi yang benar-benar awam dengan motor, masih perlu penambahan materi. Setelah pendidikan selesai, mereka langsung bertugas di jalan raya. Pada waktu-waktu tertentu yang tidak pasti, mereka kembali melakukan refreshing. Jika kesempatan memungkinkan, enam bulan sekali dilakukan latihan Safety Riding dengan mendatangkan instruktur dari luar. Baik dari club Harley Davidson atau pembalap senior Tinton Suprapto dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) yang sejak lama banyak membantu POLDA METRO.

Walau tidak secara eksplisit ditegaskan, petugas yang berdinas mengawal Kepala Negara tentulah yang matang pengalaman. Tidak saja jaminan skill mengendara yang prima, juga kemampuan komunikasi dan adaptasi dalam pengawalan bersama PASPAMPRES.

Written by darwinarya

January 19, 2009 at 7:03 PM

Leave a Reply